miracle of giving

Sedekah Sampah

Tidak ada yang menyangka , rajin bersedekah hal-hal yang sepele justru mendapatkan ganjaran yang setimpal, seperti yang dilakukan oleh Harno. Dia termasuk orang yang tidak suka banyak barang bekas di dalam rumahnya. Apalagi barang-barang itu tidak digunakan dan hanya menumpuk di gudang. Di tengah cuaca yang tidak menentu dan musim penyakit, tumpukan barang bekas dan sampah dapat menjadi sumber lahirnya penyakit.
Sedekah sampah yang dilakukan Harno berawal dari musibah yang bertubi-tubi dialami keluarganya. Selesai anaknnya terkena flu anak yang lain terkena tipus. Setelah sembuh dari tipus disusul terkena demam berdarah. Dari hal tersebut dia mencoba mencari penyebabnya. Rumahnya sebetulnya cukup tertata rapi dan tidak kumuh. Namun rupanya suatu hari dia terbuka mata hatinya setelah melihat gudang di rumahnya yang berisi barang bekas seperti kursi bekas, kardus, koran, buku-buku bekas, sampai dengan panci bekas yang sudah bocor dll.
Tidak menunggu lama.Harno segera mencari pemulung untuk membantu memmbersihkan gudangnya. Karena mencari pemulung kesulitan (di perumahannya pemulung dilarang masuk) akhirnya dia meminta kelompok pemuda untuk membantu membersihkan dengan diberi imbalan barang bekas tersebut boleh diambilnya. Harno mempersilahkan kelompok pemuda itu mengelola sampahnya yang kebetulan pemuda di perumahannya sedang membutuhkan dana untuk membiayai kegiatan lomba-lomba. Akhirnya barang bekas itu dikemas dan dikelompokan kemudian dijual kepada pengepul.
Dari situlah Harno akhirnya memutuskan untuk tidak berlama-lama menimbun barang bekas alias sampah, sehingga begitu ada barang rusak langsung dihubunginya karang taruna untuk segera mengurusnya.
Yang menarik dari kegiatan sedekah sampah adalah justru Harno sering mendaptakan barang baru. Misalnya tiba-tiba mertuanya datang membawakan kulkas "Katanya kulkasmu rusak dan dibuang. Ini dipakai saja!" kata ibu mertuanya. "Siapa yang memberi tahu kalau kulkas saya rusak? perasaan saya dan keluarga tidak ada yang pernah memberikan kabar kalau kulkas di rumah rusak??" begitu batin Harno. Harno sendiri juga heran bagaimana mertua bisa tahu kalau kulkas di rumah rusak? Yang mengherankannya di kantor tiba-tiba atasanya meberikan hadiah baju baru. Pendek kata, sejak sering bersedekah sampah selain terhindar dari sakit, Harno dan keluarganya juga sering mendapatkan barang baru. sehingga lambat laun rumah jadi penuh sesak. Namun belajar dari sejarah, dia tidak terlalu lama menahan untuk memakainya, sehingga meskipun barang tersebut masih baru dan baik, bila dirasakan tidak dibutuhkan sekali oleh keluarga Harno maka segera diberikannya kepada yang lebih membutuhkan. Seperti salah satu Televsinya diberikan kepada tukang kebunnya dan sebuah radio tape diberikan kepada pembantunya saat pembantu itu pulang kampung.
Harno telah sadar, bahwa dengan bersedekah sampah itu dia tidak membuang barang tapi membuang penyakit termasuk penyakit hati karena cinta dunia.
Cerita Harno dapat diambil hikmahnya, rupanya sedekah barang sepele atau terkadang tidak diperhitungkan lagi di rumah tapi hal tersebut akan beda menurut orang lain. Radio Tape yang dirumah terlihat seperti barang kuno tapi di mata pembantu barang tersebut akan menjadi barang berharga di kampungnya, yang akhirnya pembantunya merasa bahagia sekali apalagi orang tua dikampungnya masih terpencil dan belum pernah melihat barang seperti itu. Yang akhirnya dari  satu radio tape dapat membahagiakan banyak orang lain.
Begitu juga Televisi yang diberikan kepada tukang kebunya, dia merasa sangatlah mustahil mempunya kemampuan membeli televisi, karena untuk kebutuhan sekolah anak-anaknya saja masih harus ditopang istrinya yang menjadi buruh harian menjadi tukang cuci di kampungnya.Subhanalloh...  
 

3 komentar:

Din Lubis said...

Kalaulah setiap orang muslim melaksanakan zakat.infak dan sedekah sesuai dengan syariat agama Islam,alangkah hebatnya potensi tersebut untuk mensejahterakan ummat.
Semoga...

cinema bioskop said...

Subnallah..
Saya jadi semangat untuk mensedekahkan barang2 bekas dirumah saya..

Desti said...

Waaah..bagus banget blognya...
mengingatkan kita untuk selalu bersedekah...

Post a Comment