miracle of giving

Kisah Petani Miskin bernama Fleming

Fleming adalah seorang petani yang ulet dan baik hati. Ia berjuang keras untuk menghidupi keluarga mereka. ia bercocok tanam di atas tanah tandus dan kecil di pinggiran desa di wilayah Skotlandia.
Suatu hari, saat menggarapa tanahnya, ia mendengar sebuah jeritan melengking keras. Ternyata, suara itu berasal dari tanah berlumpur yang tidak jauh dari sana. Cepat-cepat dia menjatuhkan segala peralatannya dan berlari kencang menuju sumber suara itu. Ternyata ada seorang anak kecil yang jatuh ke dalam lumpur dan sedang berusaha keras untuk membebaskan diri. akan tetapi, gerakan-gerakannya itu malah membuatnya tersedot lebih dalam lagi ke dalam lumpur tersebut. Anak kecil itu sangat ketakutan. Mukanya merah dan penuh dengan lumpur. Suaranya semakin melemah, tanda putus asa. Akankah ada orang yang akan menolong dan membantu saya.? Mungkin kira-kira begitulah kata batin anak itu.
Lalu Fleming turun di kubangan lumpur itu. Dia kerahkan semua tenaganya untuk menolong anak kecil itu. dan akhirnya, Fleming mampu menyelamatkan anak tersebut, dibawanya ke gubuk yang kecil miliknya. Di gubuk itu, ia dan istrinya menenangkannya, dan memastikan apakah anak itu masih hidup ataukah sudah mati. Dia merasakan denyut nadi anak itu masih berdetak tanda ia masih hidup.
Setelah sadar, Fleming segera mengantar anak kecil ke rumahnya. Sampai-sampai ia tidak sempat bertanya siapakah namanya karena sibuk merawat anak malang itu.
Suatu hari, mereka terkejut ketika kedatangan sebuah kereta kuda yang besar dan indah di depan gubuknya yang sangat sederhana. Kusir kereta membukakan pintu dan keluarlah seorang bangsawan dengan baju kebesarannya. Bangsawan itu mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan tangan Fleming yang kasar,"Saya adalah ayah anak yang Anda tolong kemarin,"kata bangsawan itu. 
Fleming tidak menyahut. "Kalau saya hanya mengucapkan rasa terima kasih saja rasanya kurang pantas. Karena tidak ada kekayaan yang bernilai di dunia ini selain anak saya."
"Terima kasih banyak atas perhatian Tuan yang sudi berkunjung ke gubuk saya,"kata Fleming. "Kunjungan Anda ke gubuk saya ini saya rasa sudah cukup bagi saya. Saya tidak bisa menerima balasan yang lain. Saya hanya menjalankan sebuah kewajiban ari apa yang seharusnya saya lakukan. Saya yakin Anda pasti akan melakukan hal yang sama jika anak yang jatuh di kubangan lumpur itu adalah anak saya"
Pada saat itu, si anak petani muncul dari dalam gubuk dan heran melihat kereta yang indah dan seorang yang mengenakan pakaian kaum bangsawan.
"Apakah ini anak Anda?". "Ya," jawab si petani sambil merangkul anaknya. "Anda telah menyelamatkan anak saya. Sebagai gantinya, ijinkanlah saya membawa anak Anda dan memberinya pendidikan yang baik buat anak anda. Jika dia memiliki keberanian dan kebaikan hati ayahnya, saya yakin dia akan tumbuh menjadi anak lelaki yang akan membuat Anda bangga."
Petani itu baru setuju. Kenapa ia menerimanya? Bukan berarti ia menerima balasan itu karena tindakannya. Dia hanya ingin masa depan anaknya lebih baik dari dirinya. Dia tidak ingin anaknya seperti dirinya yang bodoh dan miskin. 
akhirnya, anak Fleming itu tumbuh menjadi anak yang cerdas dan pandai. Serta menjadi pelajar yang rajin. Setelah dia menyelesaikan pendidikan dasarnya, dia melanjutkan studinya di jurusan kedokteran. Karena kepeduliannya terhadap nasib orang lain, dia lebih suka menghabiskan waktunya untuk riset dan akhirnya dia menemukan obat yang mampu membuat revolusi dunia. Dia telah menemukan penisilin. Anak petani itu akhirnya diberi gelar Sir Alexander Fleming.
Beberapa tahun kemudian, anak bangsawan yang dulu ditolong ayahnya, kembali dihadapkan pada situasi antara hidup dan mati. Dia terserang penyakit pneumonia, suatu penyakit yang saat itu selalu berdampak pada kematian.
Penisilin akhirnya terbukti dapat menaklukan penyakit pneumonia dan dapat membuat anak bangsawan itu terus hidup hingga akhirnya menjadi orang terkenal. Bangsawan yang menyekolahkan anak petani itu bernama Lord Randolp Churchill. Dan nama penisilin hingga kin menjadi obat untuk menyembuhkan luka yang sangat efektif dan mujarab. Itu berkah sebuah perjuangan dan pemberian.
Kisah di atas memberikan pelajaran, bahwa kita menolong orang lain didasarkan kepada kewajiban. Kita memberikan makanan kepada orang lain yang karena orang lain itu akan kelaparan kalau tidak kemasukan makanan. Akan terjadi hal yang sama apabila perut kita tidak kemasukan makanan. Apabila banyak manusia mempunyai prinsip dasar seperti itu, kewajiban menolong orang lain akan menjadi suatu kesenangan dan kepuasan tersendiri dan insya Alloh tidak akan banyak manusia-manusia yang kelaparan di atas bumi ini.

0 komentar:

Post a Comment