miracle of giving

Hikmah Ikhlas

Ibnu Al-Jauzi dalam kitab Shifah al-Shafwah :Cerita mengenai Abu Hasan Al-Lu'lui

Suatu saat aku berlayar, Tiba-tiba kapal yang aku tumpangi pecah dan menenggelamkan segala sesuatu yang ada di kapal. Sebagian dari harta yang aku bawa juga ikut tenggelam. Termasuk didalamnya adalah mutiara seharga 4000 dinar. Itu sungguh harta yang tak ternilai bagiku. Pada saat itu sudah mendekati musim haji, dan aku kuatir tidak dapat berangkat haji.
Meskipun musibah menimpaku, aku tetap bersyukur. Karena Alloh masih menyelamatkan nyawaku. Selamat dari musibah itu, didaratan aku berjalan dan bertemu dengan orang-orang yang tadi bersamaku di kapal. Ketika bertemu denganku mereka berkata, "Seandainya engkau mau sedikit sabar menunggu, barangkali kita yang tenggelam akan muncul ke permukaan dan engkau dapat membawa barang-barangmu kembali.". "Sesungguhnya Alloh mengetahui apa yang terjadi padaku. Alloh juga mengetahui bahwa dalam bawaanku terdapat mutiara yang harganya 4000 dinar. aku takkan memilih menunggu barangku itu, tapi aku lebih memilih gantinya ketika aku wukuf di Arafah pada musim haji nanti. Sementara ini musim haji sudah dekat, jika aku tetap menunggu disini, maka aku akan terlambat." 
Orang-orang itu terheran-heran dengan jawabanku, lalu dia bertanya."Bagaimana engkau mendapatkan kedudukan yang mulia ini?. " aku seorang yang suka berhaji, aku juga suka mencari keuntungan dan pahala pada musim haji."Jawabku.
Musim haji tiba dan aku pergi berhaji bersama iparku. Dalam perjalanan aku merasa sangat kehausan, dan iparku aku dudukan diantara barang-barang bawaanku. Lalu aku turun mencari air, tapi setiap orang-orang yang kutemui tidak membawa air, dan mereka juga mengalami nasib yang sama, kehausan.
Aku terus berusaha mencari air. Akhirnya perjalanan yang kulalui tidak terasa sudah berjarak kira-kira 2 mil. Aku melewati sebuah tangki tempat menyimpan air hujan.Karena keinginanku untuk melihat ada tidaknya persediaan air di tangki itu, maka secara tidak sengaja tongkat yang kubawa kutancapkan di atas tanah dekat tangki air itu untuk pegangan. Aneh, kulihat air malahan mengalir keluar dari tempat tongkatku yang kutancapkan."Subhanallah.! ada apa gerangan dengan tongkatku ini??.., Dengan diiringi rasa syukur, akhirnya orang-orang itu minum air dari tempat dimana tongkat itu kutancapkan termasuk aku.
Segera setelah perbekalan air sudah dirasa cukup, aku menyusul rombongan yang tadi bersamaku, ternyata rombongaku sudah jauh meninggalkanku. Akhirnya aku memutuskan untuk mendatangi tempat sumber air itu dan kuputuskan untuk mengisi kantong-kantong yang kubawa dengan air itu sebanyak-banyaknya. Lalu aku bergegas menyusul rombonganku dan berhasil. Ketika mereka melihatku membawa kantong-kantong berisi air di pundakku, mereka saling berkomentar, "Ada sumber air di belakang kita, lihat Abu Hasan berhasil membawa air." begitu komentarnya.
Akhirnya rombongan yang kususul minta ditunjukan tempat sumber air yang aku ceritakan, dengan ikhlas aku kembali ketempat sumber air untuk menunjukan tempatnya. Mereka beramai-ramai minum sekaligus mengisi kantong-kantong airnya untuk perbekalan.
Sungguh, saat itu kulihat pemberian Alloh begitu penuh keberkahan. Bagaimana tidak?, pada kondisi panas terik panasnya gurun, dengan wajah-wajah penuh ceria, orang-orang itu membawa timba-timba untuk menampung air dari tempat itu. Pelan-pelan terdengar,"Ya Alloh, ampunilah orang ini yang telah menunjukan tempat air kepada kami, dan seluruh kaum muslimin. Berilah ganti 4000 dinar pada dirinya." dari mana orang-orang itu mendapatkan doa seperti itu apalagi sepertinya mendoakan diriku?. Apalagi yang lain menyahut."Demi Alloh, apa yang ia lakukan terhadap kita, nilainya tidak sebanding dengan dunia dan seisinya."
Setelah itu, mereka kemudian mereka memberiku segala sesuatu yang mereka bawa sebagai hadiah kepadaku, sebagai ucapan terima kasihnya. Dan setelah kubuka dan kuhitung semua pemberian mereka, aku kaget sekali, ada mutiara yang apabila ditaksir seharga kira-kira 4000 dinar selain barang-barang lain termasuk uang dengan total perkiraan senilai 50.000 dinar.Jumlah yang besarnya berkali-kali lipat melebihi hartaku yang tenggelam waktu di kapal. Subhanallah !. Sungguh, itu semua adalah ganti yang diberikan oleh Alloh kepadaku, suatu pemberian yang tidak terbersit dikepalaku, apalagi tongkat yang aku tancapkan  tahu-tahu mengeluarkan air??. "Wallauhuallam..

5 komentar:

Abi said...

Artikel yg bagus dan juga desain templatenya unik skali, linknya sudah di add met kenal ya

donkissotes said...

@abi..makasih komennya..
link add too..

mascayo said...

hikmah ikhlas membawa rejeki tak diduga-duga yaa
koreksi sedikit untuk kalimat ini "aku seorang yang suka berhaji, aku juga suka mencari keuntungan dan paha pada musim haji."Jawabku.
harusnya mungkin " keuntungan dan pahala"
salam,
linknya dah tak taut :)

donkissotes said...

wah makasih mas atas koreksinya,,
maksudnya ya nulis pahala tp kok inget paha ya??
terima kasih jg linkbacknya

umi adi said...

Subhanallah...keihlasan membawa berkah luar biasa

Post a Comment